Home Berita TDA Daerah Halal Bihalal & Milad ke 5 TDA Kediri

Halal Bihalal & Milad ke 5 TDA Kediri

232
0
SHARE

Mencetak Milyader itu Mudah,

Witjaksono dorong TDA Kediri Mencetak 200 Milader di tahun 2018

 

Kediri, Melahirkan 100 milyader di tahun 2018 yang menjadi misi TDA Kediri di kepengurusan 2.0 adalah terlalu mudah, sehingga menurut Witjaksono, pengusaha muda asal Pati Jawa Tengah ini, TDA Kediri harus berani mentarget naik 2 kali lipat target TDA Kediri mencetak Milayder dari membernya. Hal ini disampaikan Witjaksono saat memberikan paparan materi bisnis di Halal Bi Halal dan Milad TDA Kediri yang ke 5 di Hallroom kantor BRI cabang Kediri, Minggu (16/07) kemarin.

 

Witjaksono tidak sekedar meminta menaikan target TDA Kediri tersebut, tetapi pengusaha muda yang memiliki banyak perusahaan ini juga memberikan tips-tips dan strategi bagaimana cara TDA Kediri bisa melahirkan 200 milyader di tahun 2018 mendatang.

“Kuncinya semua member harus berani untuk benar-benar scale up” kata witjaksono di hadapan sekitar 150 member tda yang hadir.

 

Mas witjak, sapaan akrab witjaksono, menegaskan bahwa untuk bias membesarkan bisnis, member juga harus berani bekerjasama antar member saling melengkapi. Mas witjak mencontohkan bahwa dirinya selalu menjalin kerjasama dengan orang terdekatnya. Kenapa orang terdekat? Menurut mas witjak kalau kita bekerjasama dengan orang terdekat secara otomatis kita sudah mengenal karakter orang tersebut sehingga bias memiminimalisir ditipu oleh timnya sendiri.

 

Kerjasama adalah mutlak dalam sebuah upaya untuk menjadikan bisnis menjadi besar, karena perusahaan akan mudah berjalan kalau banyak yang terlibat. Menggaet investor kemudian diamankan dalam sebuah legalitas bisnis.

 

Selain itu, Mas Witjak juga mengingantkan para member yang hadir untuk segera membentuk tim dalam bisnisnya, karena tim ini yang akan membuat bisnis cepat berkembang. Kalau anda misal membuka toko roti, awalnya dilahkan resep dan proses masak dipegang sendiri, lalu rekrut tim senduru bagian produksi roti.

“Owner hanya meracik resepnya dan control langsung, lalu naik buka toko barudan menunjuk coordinator atau pimpinan produksi,” jelas Mas witjak.

Mas Witjak menambahkan, ketika toko sudah banyak, maka owner tidak perlu lagi control langsung proses produksi dan cetak resep, tetapi owner hanya memantau omset dan laporan keuangan tiap toko. Ke atasnya lagi, setelah semua system dan operasional berjalan lancer, manajer di setiap divisi sudah tertata, maka saatnya Owner ekspansi beli perusahaan baru.

“Beli perusahaan tidak harus sesame passion tetapi yang kita lihat adalah proyeksi kedepan”, tegas mas witjak.

Beli perusahaan itu yang kita lihat adalah proyeksi jauh kedepan, kalau anda mencari investor, maka sebenarnya yang anda jual adalah kondisi 5 atau 10 tahun kedepan bukan kondisi bisnis saat ini.

Dalam acara tersebut, mas witjak juga memberikan kado istimewa dalam rangka Milad TDA Kediri ke 5, yakni setelah mengambil pucuk tumpeng mas witjak menyuap ketua TDA Kediri 2.0 Nuryanto yang otomatis membuat hadirin tertawa. Dan ada yang lebih nakal lagi, Hartono Basingkem yang menjadi MC sekaligus moderator malah ikut-ikutan minta disuapi, sontak aksi ini membuat para member yang hadir tertawa terbahak-bahak.

Perlu diketahui, bahwa Milad TDA Kediri ke 5 ini juga ada kejutan dari panitia penyelenggara dengan pembagian 150 tumpeng nasi kuning kepada peserta. Dan kemudian foto bareng dengan memegang tumpeng secara bersama sama.

Selain dimeriahkan mas witjak, sebelumnya juga member diberikan materi legalitas bisnis oleh Yoga Satriawan seorang notaris di Kediri. Bazaar produk member TDA juga semakin membuat ramai meriah acara halal bi halal dan milad TDA Kediri ke 5.